Dalam hidup kita, kita sering berada di posisi "burung kecil". Kita tak ada kuasa, tak ada harta, tak ada pengaruh, tak ada orang besar di belakang kita. Sementara masalah pula datang macam "tentera bergajah", hutang, tekanan hidup, orang cari hal, sistem yang berat sebelah, atau ujian yang terasa terlalu besar untuk kita pikul. Bila kita tengok diri kita, memang rasa lemah. Tapi Surah al-Fil mengajar satu perkara penting iaitu bukan siapa kita yang menentukan kemenangan, tetapi siapa yang bersama kita.
Allah tak pernah suruh kita kalahkan semua ujian dengan kekuatan diri sendiri. Allah cuma minta kita buat apa yang kita mampu dan bergantung kepada-Nya. Doa yang ikhlas, sabar, usaha, mgkin nampak remeh pada mata manusia, tapi sangat besar di sisi Allah. Seperti burung kecil itu, ia cuma membawa batu, tetapi Allah yang menjadikannya alat untuk menjatuhkan gajah.
Kadang-kadang Allah hancurkan "gajah" dalam hidup kita melalui cara yang kita tak jangka. Bukan dengan keajaiban yang dramatik, tetapi dengan langkah kecil yang konsisten, orang biasa yang tiba-tiba membantu atau jalan keluar yang nampak remeh tapi sebenarnya sangat tepat. Inilah sebabnya al-Quran bukan sekadar untuk dibaca di bibir. Ia diturunkan supaya kita hidup dengannya, berfikir melaluinya dan melihat dunia dengan kaca mata iman.
Setiap ayat al-Quran sebenarnya sedang berbicara dengan keadaan kita hari ini tentang rasa lemah, rasa tak cukup, rasa kalah dengan orang yang lebih kuat. Dan melalui Surah al-Fil, Allah seolah-olah sedang menjawab "Aku ada di atas segala yang kamu nampak." Bila Allah berada di atas "burung kecil" itu, maka yakinlah, tak ada "gajah" dalam hidup kita yang terlalu besar untuk ditumbangkan.